Home arrow Berita arrow Scene Report: Long March, 1 Maret '08
Scene Report: Long March, 1 Maret '08

By Liberationyouth.com
 

Image Sabtu, 1 Maret 2008. Beberapa kolektif yang tergabung dlm RISE! melakukan aksi Long March menyusuri jalan2 utama Ibukota. Rute kami antara lain dimulai dari Lapangan Banteng, Merdeka Selatan, Thamrin, Bundaran HI, Kuningan dan seterusnya hingga daerah Jakarta Selatan.

Kawan2 berangkat dari tempat berbeda. Dari Markas Hambos, a.l kawan2 dari Bla Blu Community, Brigade Lawan Arus dan The Pirates tiba di lokasi start long March, Lapangan Banteng, terlebih dahulu. Sedangkan kawan2 dari LY RIP berangkat dari Depok dan ada juga dari tempat lain. Ada juga kawan lain yang bergabung ketika kami sudah di jalan. Antara lain Yusuf dari GrassRoots Zine dan Openk dari BLA.

Baru saja kami tiba Lapangan Banteng, Polisi setempat menanyakan Korlap. Sial! Divan Semesta, korlap aksi Long March belum tiba, yang langsung berangkat dari Depok. Di sela kami menunggu korlap kawan Thufail Alghifari muncul. Kami berbincang soal aksi hari itu. Namun sayang doi tidak bisa gabung dikarenakan ada tugas.

 



Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Divan Semesta muncul. Setelah tanya jawab dengan Polisi, Long March pun segera dimulai dengan doa. Sepakat, Long March dilakukan dengan dua baris, dipimpin Divan dan Pepei. Dengan iringan tabuhan stick drum oleh kawan Cirex, BLA, pasukan berjumlah 25 itupun berderap meninggalkan lapangan banteng dengan kawalan Polisi.


Dengan Dress Code hitam-hitam, Bendera Hitam Merah dengan tulisan tauhid di tenghnya, Poster-poster mencolok yang a.l berbunyi, "Rise Islam Rise Khilafah", "Demokrasi Pasti Mati", "Against Democracy, Nationalism, Globalization, Capitalism, Communism", dan teriakan-teriakan provokatif seperti, "La Illa Ha Illa Alloh", "Kami ingin Khilafah", "Satukan Ummat Dunia", Long March RISE! hari itu menjadi perhatian pengguna jalan dan kumpulan massa lain yang kami lewati.

Leaflet, sebagai salah satu senjata saat itu, kami bagikan kepada pejalan kaki, Satpam, Polisi, Buruh Bangunan, pelajar, Ibu Ibu, Remaja.

Setidaknya kami melewati tiga kedutaan negara kapitalis yang sangat berperan aktif dalam menjajah dan memendung kebangkitan yaitu, Kedubes USA, Inggris dan Australia. Kami juga melewati Kedubes Serbia pernah membantai muslim Kosovo. Walhasil kedubes2 inipun menjadi sasaran caci maki kami khususnya Kedubes USA dan Inggris.

Selama aksi, beberapa kawan2 dari kolektif yang tergabung dalam RISE! bergantian melakukan orasi bebas antara lain kawan Pepei, Dwijo (Hambos), Divan semesta (Mainview.org), PYTM, Ade Abdillah, Reponpar (LY R.I.P) Solstance (Liberationyouth.com), dan XXXX (Bla Blu Serang).

Mencolok, provokatif, berani, mengundang perhatian. Demikian adalah karakter aksi dakwah yang dilakukan generasi pertama terbaik Islam dalam menyuarakan kebenaran Islam walau dihadang dengan cemoohan, caci maki dan kekerasan. Menyeruak di keramaian dengan seruan-seruan tegas dan berani.

Satu gerakan yang muncul dari kesadaran tinggi akan ideologi yang diemban. Begitu juga kami. Walau serba terbatas, aksi kami adalah cermin satu kesadaran. Sadar bahwa satu Ideologi tanpa negara adalah absurd. Bahwa Islam tanpa negara Islam, Khilafah, Imamah adalah absurd! Ketika banyak yg mungkin untuk memilih pragmatis!

Menggedor kesadaran massa memang tidak mudah. Kompensasinya adalah kami memilih untuk tidak terlalu serius. Makanya asoy saja ketika korlap berceloteh, "Anggap saja jalan-jalan ringan. Jangan diberat-beratin". Walhasil kamipun benar2 rileks. Sesekali berhenti untuk istirahat. Aksi Long March yang awalnya direncanakan berakhir di Depok, terpaksa kami akhiri di bilangan Tebet, apalagi setelah mengetahui kawan Cirex dari BLA mengalami sedikit masalah dengan Bootsnya :p However aksi kami memang sesuai rencana yaitu berakhir di Depok!

Berakhir di Depok dengan makan-makan ditengah dinginnya kota Depok malam itu. Ya, akhirnya hak tubuh kami untuk mendapat asupan setelah seharian 'gerak jalan', bisa terlaksana dengan ikan bakar a la Depok.

Kami telah berjalan dengan penuh kesadaran, we have walked for Khilafah! 


Add as favourites (42) | Quote this article on your site | Views: 632 | Print | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved