|
By pembelakebetulan
Yihaa.., walopun ga seheboh aksi kawan2 RISE Jabodetabek-Serang-Bandung yg melakukan longmarch menyusuri jln2 utama ibukota, Menara Syndicate Macazzart sbg slh satu kolektif propaganda Islam underground turut pula memberikan sedikit sumbangsihnya berupa re-warn bg warga kota Makassar akan sebh momen bersejarah di bln Maret, yaitu keruntuhan Khilafah. Kalo kawan2 melakukan aksi pd tgl 1 Maret 2008, kami di Makassar melakukannya pd keesokan harinya tgl 2 Maret 2008 krn sejml pertimbangan. Serupa spt kawan2, dlm aksi ini, pula kami mengenakan dress code hitam-hitam. Bahkan baju yg kami pake seragam, kaos hitam bertuliskan RISE, bergerak berkali-kali karena mati hanya sekali. Yeah!!!
Aksie kami lakukan di pagi hari dgn sasaran pengunjung pantai losari. Soalnya ne tempat klw minggu pagi emang padat manusia, apalagi manusia yg hobi joging ama yg hobi santap morning bubur ayam, nyam.. nyam.. Sial! Cuaca pd awalnya enggan bersahabat. Suasana yg mendung pagi itu ditambah “gerimis mengundang” membuat kami nyaris membatalkan aksi dan mengalihkan ke malam hari krn khawatir bakal hujan deras. Namun hal itu ga terjadi, hujan ga pengen mengguyur kami, padahal smua pasukan emang pada blon mandi. Sepertinya Yang Diatas merestui kegiatan kami. Thx God.. Well, dgn merentangkan spanduk peninggalan Aksi RISE bln Agustus ’07 di Senayan, kami PeDe melangkah menyusuri trotoar mengingatkan smua pengunjung losari, pengguna jln, penjaja dagangan, termasuk kendaraan yang melintas ttg sbh peristiwa besar di bln Maret 84 th silam. Ttg konspirasi jahat dan makar para penjajah laknat dlm meruntuhkan adidaya umat Islam alias Negara Khilafah. Orasi seputar itu disampaikan oleh Trinov Syamil dan ‘pembelakebetulan’. Di sela cuap2, tak lupa kami membagi-bagikan leaflet. Akhirnya, aksi pun kami tutup dgn duduk2 nyante sambil sesekali melepas canda di pinggir pantai. N.B: Sebenarnya aksi kami tak sebatas orasi dan bagi leaflet, kami juga melakukan tebar 500 pamplet propaganda di malam hari sebelum aksi pagi di anjungan pantai losari plus malam setelahnya. Pamplet bertuliskan “REVOLUSI ISLAM” tersebut kami tempel di tempat2 umum, halte2, kampus2, dan beberapa tempat yang dianggap strategis. Add as favourites (45) | Quote this article on your site | Views: 667 | Print | E-mail
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |