Home arrow Berita arrow Menembak 3 Orang, Maka 3 Juta AK47 Terkokang!!!
Menembak 3 Orang, Maka 3 Juta AK47 Terkokang!!!

ImageHari ini, Jumat, 7 November 2008, boleh jadi kami begitu lemah tak berdaya. Hanya mampu sekadar menggertakkan geraham dan sembilu hati. Hari ini memang keadaan kami seperti itu. Tapi tidak untuk esok! Pengalaman yang kalian torehkan selama ini adalah pelajaran berharga, agar kami bisa


bertindak dan bersikap lebih cerdas. Berbuat lebih sempurna dalam sebuah langkah yang terukur dan terencana dalam suatu strategi yang lebih baik dari sebelumnya. Perang ini akan berkembang dalam ruang yang lebih luas sekaligus… mematikan. Sungguh, demi Allah, mereka akan menyesal dan meratapi apa yang mereka lakukan pada kalian, sebagaimana dedengkot mereka menyesal dan meratapi apa yang telah dilakukan di Afghanistan dan Iraq.
 
 
Saudaraku….


Sebenarnya kalian tak perlu—dengan sedemikian cara—meminta Usamah bin Ladin agar membalas darah kalian. Tidak perlu, karena masih ada kami di sini. Setelah ketidakmampuan yang mendera kami selama ini, kami akan merasa lebih malu bila persoalan ini harus melibatkan sosok sekaliber beliau. Seolah-olah kami tak pernah bisa melakukan apa yang harus kami lakukan. Namun kami sadar, ikatan perjuangan membuat kalian mampu terbang melintasi gunung dan samudra, untuk “bertemu” dengan beliau, sekadar berbagi rasa atas apa yang terjadi pada diri kalian.

Saudaraku…


Kalaulah malam ini Allah berkehendak memanggil kalian—untuk segera menikmat apa yang telah Ia janjikan selama ini. Sungguh, Ia takkan pernah ingkar janji—itu karunia terbesar bagi kalian. Janji yang sebagian telah Ia kabarkan melalui mimpi yang pernah kalian tuliskan kepada kami. Tentang kepergian kalian berbaju putih…tentang kalian yang akhirnya berhasil pulang kampong, setelah sebelumnya dihalangi banyak orang…

Jasad kita boleh berpisah, namun tidak untuk cita-cita dan sumpah setia yang telah kita ikrarkan bersama. Kematian kalian hanya akan menambah kerinduan kami untuk berjumpa dengan-Nya dalam keadaan terhormat, mati syahid! Peluru yang menembus jantung kalian juga akan mendobrak kedunguan dan kelengahan kami selama ini, yang telah jauh terninabobokkan dunia, menjauh dari cita-cita dan janji setia kita. Darah kalian yang menetes, adalah pupuk yang akan menumbuhsuburkan ladang-ladang jihad yang lebih lebat, ranum dan “bergizi” tinggi, yang membahagiakan hati pemiliknya. Ladang yang tak hanya berada dalam perkebunan milik MMI, Jamaah Anshar Tauhid, GPI, Hizbut Tahrir, FPI, Jamaah Islamiyah, FTJ, atau ladang milik kelompok manapun. Tetapi, ladang yang lebih luas milik ummat Islam. Karena itu, tindak zalim mereka atas hakikatnya adalah kemenangan bagi kalian.

Jadi, kalaupun kami bersedih atas kematian kalian, semata karena kami manusia biasa. Manusia yang kehilangan orang-orang tercinta. Orang-orang yang selalu berada dalam hati kami, dalam relung-relung kenangan terindah, yang akan terus mengilhami kami agar bisa sebaik mungkin menyelesaikan “tugas-tugas” yang diamanahkan-Nya kepada kami. Kisah kalian akan melegenda dalam sejarah perjuangan di negeri ini, laksana mercu suar yang akan memberi petunjuk kepada kami, juga generasi-generasi sesudah kami.

Ya, karena, demi Allah, selamanya, kami takkan pernah rela dan melupakan kezaliman yang kalian—juga saudara-saudara kita lainnya—alami. Demi Allah, mereka akan menyesal! Demi Allah, kalian telah menang!

Ingatlah!!!!

Menembak 3 Orang, Maka 3 Juta AK47 Terkokang!!!

 

 

 

 nb:

berikut sebuah Wasiat dari Ust. Mukhlas Dkk kepada para pejuang yang akan berjuang hingga akhir jaman.

 


Bissmillahirrakhman irrakhim

RISALAH TAKLIMAT
(Pernyatan Sikap)

Kami beritahukan kepada kaum muslimin bahwa kami sedang menghadapi tiga pilihan, seluruhnya kebaikan bagi kami dan keburukan bagi musuh-musuh kami.

Pilihan pertama : Dibebaskan, karena dengannya, kami dapat meneruskan dakwah dan jihad kami, kami ingin mati syahid di medan laga dan tempur. Insyaallah.

Pilihan kedua : Dieksekusi, karena denganya kami akan bertemu dengan kekasih-kekasih kami, para nabi, shiddiqin, syuhada, shalihin dan hurun’in (bidadari) yang cantik jelita.

Pilihan ketiga : Penjara, karena denganya kami dapat berkhalawat dengan Allah Jalla Jalaluhu. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : ‘apa yang dibikin musuh-musuhku padaku, aku surgaku dalam hatiku, dan temanku dalam dadaku, ke mana saja aku pergi, ia bersamaku. Penjaraku khalwah (tempat beribadah), dan dibunuhku adalah mati Syahid, dan diusirku dari negeriku adalah siyahah (melancong) fie sabililah’.

Dan seandainya kami dieksekusi, maka cucuran dan tetesan darah kami-Insya Allah bidznillah akan menjadi nur (cahaya lentera) bagi kaum mukminin, dan menjadi nar (neraka api penghangus) bagi kaum kafirin dan kaum munafiqin.

Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar
Mujahidin yindahbad, kafirin, munafiqin murdarbad
Khazabbnallah waniqmal wakiil, nikmal mauta, waniqmal nasyiir
Walhamdullilahi rabil ‘alamin

Dari kami

tertanda

Ali Ghufron Imam Samudera Amrozi

Bumi Allah, Lapas Batu, Nusakambangan, Syaban 1428 H.

 


Add as favourites (21) | Quote this article on your site | Views: 448 | Print | E-mail

  Comments (1)
RSS comments
 1 Mujahid
Written by asyif website, on 10-11-2008 06:40
InnaliLlahi wa inna ilahi roji'un 
Smg aq bahagia mngetahui ustadz dan anak2ku kelak mjd mujahid dan syahid d jalan Allah. Amin...

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved