Berita
Janji Kami Kepada Hani (Catatan Sore Losari) | Janji Kami Kepada Hani (Catatan Sore Losari) |
|
Tangan kecilnya yang kurus menunjuk-nunjuk di atas sebuah sampul biru buku politik. Hani namanya, pedagang asongan berumur kira-kira 7 tahun. Dari air mukanya tampak kalau dia sudah cadas menghadapi hidup.
“Ee...de...de nenekmu!” umpatnya kasar setelah dengan bercanda kami sengaja membayar beberapa teh kotak saat berbuka puasa dengan uang yang tak cukup. Kami menduga kepalan tangan dan makian yang membesarkannya. Huh... Makassar. “Minta itu bukuta’, kak” rengeknya meminta sambil terus menunjuk sampul biru buku politik. “Ee de de, jammako itu. Buku berat itu. Nantipi kubawakang ko buku iqro minggu depan pi”. “Ndak mauka, itumo” sambil terus merengek. “Nantipi nah. Minggu depan pi..” Ppfiuuh...akhirnya dia mengalah dan siap menagih pekan depan.
Ho...ho, secuil cerita di pekan perdana Perpustakaan Jalanan “Baca-Baca Gratis” yang kami gelar di anjungan losari (07-09-08). Awalnya kami pesimis tapi beberapa pengunjung malah berniat menyumbang buku bekas. Tuan Nyonya... makasih sebelumnya. Kami tunggu pekan depan.
Kau tahu hari ini (14-09-08) pekan kedua gelaran Perpustakaan Jalanan kami. Kau tak datang Hani. Kau ingkar janji Hani..
NB: Thanks to BLA (Brigade Lawan Arus) atas inspirasinya. Cirex berkata “Aah, akhirnya aku berhasil memberi inspirasi pada mahasiswa.” Kau berhasil Rex..he..he..
Add as favourites (31) | Quote this article on your site | Views: 383 | Print | E-mail
Only registered users can write comments. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
|||||||
By: Nakke ‘djie

Comments (3)






