Home arrow Berita arrow Ied Mubarak 1 Oktober 2008???
Ied Mubarak 1 Oktober 2008???

ImageAllahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah Allahu Akbar, wa lillahil hamd

 

Alhamdulillah dan segala puji bagi Allah SWT serta Pejuang revolusioner sejati; Muhammad saw beserta keluarga dan para pengikutnya hingga akhir jaman. Setelah mengkaji beberapa informasi dan data mengenai perwujudan hilal Syawal (versi Rukyatul Global) di berbagai situs & telepon dari berbagai sumber

, Insyallah -menurut kami bertiga- Hari Raya Idul Fitri digenapkan menjadi 30 hari. Atau bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 2008.

Akan tetapi ada sebagian kawan-kawan yang merayakan Ied pada 30 September 2008. Ini didasarkan hasil pemeriksaan hilal syara pada Senin malam, September 2008, ditarik kesimpulan telah terbukti adanya ru’yat hilal secara syar’iy di sejumlah negeri muslim (hilal terlihat di berbagai negeri muslim). Karena itu Selasa (30 September 2008) adalah Idul Fitri 1 Syawal 1429 H.

 

Bagaimanapun akhirnya kami bertiga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1429 H, Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga ini menjadi Syawal terakhir kita dalam keadaan tidak revolusi. Insyaallah tahun depan revolusi itu terjadi.

 

Namun bagi kami kejelasan diperlukan agar tidak terkesan dogmatis. Nah ini ringkasan tulisan dari berbagai sumber yang kami dapatkan. Semoga mencadi sebuah alternatif wacana pemikiran fiqh dan kami harap bisa memberikan sedikit pencerahan agar kita tidak hanya ikut saja tanpa mengetahui fakta yang jelas seputar penentuan 1 Syawal ini.

 

Bagi yang melaksanakan Hari Raya Idul Fitri hari Senin, 29 September 2008 (Nigeria dengan alasan telah melihat hilal), Selasa, 30 September 2008 (Bahrain, Jordan, Kuwait, Lebanon, Libya, Filipina, Russia, Arab Saudi, UEA, Yaman, Irak, Paletina, Sudan, sebagian Indonesia; dengan alasan mengikuti Arab saudi), & Kamis , 2 Oktober 2008 (Bangladesh, barbados, Jerman, Brunei, India) kami ucapkan juga Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga perbedaan ini tidak menjadikan kita terpecah dalam perjuangan revolusioner kita.

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.

 

-pengkhianatyangtelahmusnah, Solstance & Muhammad Ridho-

 

---------------------------------------------------------------------------------------------

 

 

Berikut kami sertakan berbagai ulasan dari berbagai sumber kenapa kami bertiga menyatakan Ied tanggal 1 Oktober 2008;

 

www.icoproject.org

Hilal bulan baru akan nampak pada tanggal 29 dan 30 September (gambar terlampir). Sampai tengah malam tanggal 29 September tidak dimungkinkan terlihat kecuali bila ada laporan dari daerah yang diarsir warna pink (dapat dilihat dengan mata telanjang) dan  dari daerah yang diarsir warna biru (dapat dilihat dengan bantuan teropong). Namun merujuk kepada hadis Rasul SAW, hilal harius dilihat dengan mata tanpa bantuan alat.

Image
Image

Keterangan arsir:

# Merah: Sangat tidak mungkin melihat hilal di daerah ini. Sebab pada saat itu bulan terbenam lebih dahulu sebelum

                  matahari terbenam atau ijtimak lokal terjadi setetlah matahari terbenam

# Biru: Hilal dapat dilihat dengan bantuan alat (teropong dll). Namun pada areaini sangat sulit dilihat hilal karena

             dibutuhkan kondisi langit yangsangat cerah terutama di langit Barat

# Magenda / Pink:  Hilal dapat terlihat dengan mata telanjang (naked eye) dengan syarat cuacanya bagus / cerah

                                    dan pengamatnya berpengalaman. Dengan peralatan optik dapat dengan mudah terlihat

# Hijau: Hilal dapat terlihat mudah oleh meraka yang berada diarsir hijau baik dengan mata langsung ataupun dengan

               peralatan optik (lebih mudah dari Pink)

# Tak berwarna: Hilal sama sekali tidak bisa terlihat di daerah ini.  Meskipun dgn bantuan peralatan optik

 

Catatan

Jadi jika ada laporan terlihatnya hilal dari daerah yang tanpa arsir, laporan ini tidak bisa diterima karena di daerah ini hilal tidak mungkin terlihat apalagi daerah yang berarsir merah.  

 

Untuk masalah 1 Ramadhan 1429 H di Saudi yang jatuh pada 1 September, dan ini masih sesuai dari sudut pandang astronomis. Di Makkah pada 31 Agustus maghrib, bulan terbenam (19:01 waktu setempat) SETELAH matahari terbenam (18:40 waktu setempat), dan konjungsi juga sudah terjadi (30 Agustus 22:58 waktu setempat). Walaupun, illumination (luasan permukaan hilal) hanya 0,86% di bawah batas ambang 1%. Dengan demikian, 29 Ramadhan di Saudi = 29 September dan ru'yat harus dilaksanakan pada 29 September maghrib. Disinilah persoalannya. Di Makkah pada tanggal 29 September maghrib, bulan terbenam (18:07 waktu setempat) SEBELUM matahari terbenam (18:13 waktu setempat), walaupun konjungsi sudah terjadi (29 september 11:12 waktu setempat).

Karena bulan sudah lebih dahulu terbenam saat akan dirukyat, bagaimana mungkin hilal bisa kelihatan? Namun, inilah persoalan klasik yang sudah berpuluh-puluh kali terjadi di Saudi, yaitu otoritas di sana menerima begitu saja kesaksian hilal dari orang yang mengaku melihat (rukyat), padahal kesaksian tersebut jika diuji secara astronomis (hisab), pasti keliru.

Karena banyak otoritas Islam di benua Eropa yang merujuk kepada keputusan Saudi, sehingga mereka juga banyak yang berIedul Fitri pada 30 September. Sebenarnya pula, jika di benua Eropa juga dilakukan rukyat pada 29 September maghrib (rukyat lokal), hilal juga tidak akan terlihat karena bulan sudah lebih dahulu terbenam. Misalnya, di London (bulan 17:17, matahari 17:42), Paris (18:10, 18:32), Moscow (17:40, 18:11), Stockholm (16:49, 17:26).

Tempat yang memungkinkan untuk melihat hilal pada 29 September maghrib adalah di Amerika Selatan. Misalnya, di Asuncion, Paraguay, bulan terbenam (18:17 waktu lokal) setelah matahari terbenam (17:49). Hilal di Paraguay tsb hanya bisa diamati dengan bantuan alat optik saja. Namun, waktu lokal di Paraguay adalah GMT -4. Waktu lokal di Eropa berkisar antara GMT +0 (UK) sampai dengan GMT +3 (Rusia), sehingga selisih antara Eropa dengan Paraguay adalah 4 sampai 7 jam (asumsi: tidak dipergunakan daylight saving time). Misalnya, saat rukyat di Paraguay berhasil (17:49 waktu lokal, 29 sept), saat itu di London 29 sept 21:49 GMT, serta di Russia 30 sept 00:49 waktu lokal. Di Saudi 30 Sept 00:49 waktu lokal (GMT +3). Di Jakarta 30 sept 04:49 WIB.

Jadi, sekarang tinggal bergantung kriteria manakah yang akan dipakai.

Kesimpulan kami bertiga adalah sebagai berikut.
1. Jika rukyat global yang digunakan, Eropa dan saudi Iedul Fitri 30 sept, tetapi mesti merujuk pada hasil rukyat di Paraguay, bukan hasil rukyat di Saudi, karena di Saudi hilal belum muncul. Jadi jika merujuk pada rukyat global tetapi patokannya Saudi, ini keliru. Juga, maukah saat itu misalnya Saudi merujuk pada Paraguay (yang bukan negara
Islam, serta adakah yang merukyat disana?)
2. Di Indonesia, jika merujuk pada rukyat global di Paraguay, hasilnya baru bisa diketahui saat subuh 30 September. Bahkan di Indonesia Timur, sudah agak siang (06:49 WIT). Mungkinkah dan cukupkah waktu untuk mengubah keputusannya?
3. Jika di Eropa dan di Saudi menggunakan rukyat lokal, seharusnya mereka tanggal 1 Oktober.

 

Berikut berbagai laporan dari berbagai wilayah:

 

 

Tanggal 29 September 2008 

 

Malaysia:

ICOP member Abdul Majid Abdul Wahid (hilal tak terlihat)

ICOP member Kassim Bahali  (Setelah melakukan pengamatan di Observatorium Khawarizmi, ternyata perwujudan hilal tidak tampak meskipun dengan menggunakan teleskop dan Theodolit

Norway:

ICOP member Mr.Imran Mushtaq (Hilal tidak terlihat)

 Burkina Faso:

ICOP member Mr.Ibrahima Thierno (Setelah dicoba dilihat dengan mata telanjang pada Magrib 29 September di Ouagadougou, Hilal tidak terlihat)

 South Africa:

ICOP member Dr.Abdurrazak Ebrahim (Hilal tidak terlihat)

 Nigeria:

ICOP member Mr.Qamardeen Y Muhammad (Hilal tidak terlihat)

 UK:

ICOP member Mr.Qamar Uddin (Meskipun dengan teropong, hilal tidak dapat dilihat. Banyak muslim Inggris yang mencoba melihat dengan mata telanjang. Tapi semua tidak dapat melihatnya)

Indonesia
ICOP member Mr.Tommy Hananto Aribowo (Hilal tidak terlihat)
Tanzania
ICOP member Mr.Hamza Rijal (Hilal tidak telihat)

Tuesday 30 September 2008:

Philippines:
ICOP member Mr.Abu Ammar Mangorangca (Hilal tidak terlihat. Ied jatuh pada 2 Oktober 2008)
Brunei Darussalam:
ICOP member Mr.Hazarry Haji Ali Ahmad (Hilal tidak terlihat. Ied jatuh pada 2 Oktober 2008)
Mauritius:
ICOP member Mr.Hamade Aubdoollah (Hilal terlihat dengan mudah. Ied jatuh pada 1 Oktober 2008)
Oman:
ICOP member Mr. Sulaiman Al-Busaidi (Hilal terlihat dengan mata telanjang. Ied jatuh pada 1 Oktober 2008)
Nigeria:
ICOP member Qamardeen Yasin Muhammad (Hilal tidak terlihat. Namun akhirnya Ramdhan digenapakan 30 hari. Ied 1 Oktober 2008)
Saudia:
ICOP member Saleh Alsaab (Bulan Sabit tenggelam 25 menit setelah matahari)
Spain:
ICOP member Mr.Muhammad del Pozo (Hilal tidak terlihat. Komunitas Muslim Spanyol menggenapkan Ramadhan. Ied jatuh pada 1 Oktober 2008)
Bahrain:
ICOP member Mr.A.Hameed Haji (Hilal terlihat oleh BAHRAIN ASTRONOMY SOCIETY. Ied jatuh pada 1 Oktober 2008)
Trinidad:
ICOP member Mr.abdurrahman ali (Hilal terlihat)

Wednesday 1 October 2008:

UK:
ICOP member Mr.Qamar Uddin mengatakan bahwa pada tanggal 1 Oktober 2008; saya mengundang rekan saya dari York Astronomical Society (YAS) untuk melakukan observasi terhadap hilal Syawal dengan bantuan Meade LX200GPS (teleskop komputer). Meskipun kami telah mempunyai sistem perhitungan bulan menurut Islam, kami tidak mau menebak-nebak untuk hal ini. Saya harus meneliti benar bahwa bulan yang telah berusia 57 jam dapat terlihat di UK atau setidaknya di negeri lain. Saya meneliti langit Barat (kondisi cerah) pada saat matahari tenggelam, sebelum dan sesudah Magrib, tapi tetap bulan tidak dapat terlihat. Saya disini dengan 2 orang ahli yang berpengalaman namun mereka pun tidak dapat melihatnya. Penelitian ini akhirnya mempertanyakan bagaimana sebagian orang di Timur Tengah mengklaim telah melihat hilal yang berusia 6 jam pada senin 29 September 2008 ketika indikasi telihatnya itu sangatlah tidak mungkin (kondisi bulan saat itu tenggelam sebelum matahari terbenam). Saya meminta kepada seluruh ummat Islam agar senantiasa melakukan observasi setiap bulan terhadap hilal agar ibadah jutaan muslim tidak terganggu karena kesalahan yang dilakukan oleh sebagian orang yang tidak berpengalaman.

 

 

www.moonsighting.com

Kemungkinan hilal dapat terlihat ada di daerah Kepulauan Polinesia di Samudera Atlantik sana. Namun kami kesulitan untuk mendapatkan informasi hilal dari Kepulauan Polinesia. Dari Amerika Selatan pun sangat mungkin terlihat hanya saja informasi terlihatnya akan sangat telat atau setelah siang hari.

 

Madrigal M. Macadato & Dr. Ali B. Panda;MCW member Philippines,

Dikabarkan ada yang telah melihat hilal di Mindanao sebelum matahari terbenam tanggal 29 September 2008 selama 2 jam setelah itu tidak terlihat lagi oleh Aleem OMAR PASIGAN seorang Mufti MILF

Dr. Shabbir Ahmed; MCW member Australia

Hilal tidak terlihat. Syawal digenapkan menjadi 30 hari

Mr. Ahmad I. Adjie; MCW member Indonesia

Hilal tidak terlihat di Pantai Pangandaran 

Mr. AR Sugeng Riyadi; MCW member Indonesia

Hilal tidak terlihat 

Dr. Musa·Minha; MCW member China

Hilal tidak terlihat 

Maulana Sultan Alam; MCW member Pakistan

Hilal tidak terlihat di 17 titik di Pakistan 

M H Zulqarnain, Mrs. Lubna Shawly,  The Kingdome dari Saudi Arabia

Hari Selasa Ied. Komentar dari Moonsighting.com: Kondisi hilal terlihat sangatlah tidak mungkin muncul di Arab Saudi. Karena bulan tenggelam sebelum sunset dan bulan masih berusia kurang dari 7 jam

Ahmad Abu Zaid; MCW member Jordan,

Hilal tidak terlihat 

Rashid Motala; MCW member Africa,

Hilal tidak terlihat 

Dr. Abdurrazak Ebrahim; MCW member Africa Selatan

Hilal tidak terlihat 

Muhammed Yasin Qamardeen; MCW member Nigeria

Hilal tidak terlihat 

Imran Mushtaq; MCW member Norway

Hilal tidak terlihat 

Danyal Shoaib dari London, UK

Hilal terlihat. Maka Selasa Ied. Akan tetapi dibantah oleh Saraj Qazi yang juga mengamati hilal dari London, UK. Menurut dia, penampakan hilal tidak mungkin pada seluruh bagian dunia hari itu 

Markazi Jamat Ahle Sunnat UK & Europe

Hilal tidak terlihat

Dr. Muhammad Afifi al-Akiti; MCW member Oxford UK

Hilal tidak terlihat

Muhammad Hafiz; MCW member Guyana

Say coba untuk melihat hilal tanggal 29 September 2008 namun hilal tidak terlihat dfi seluruh kepulauan Karibia. Kemungkinan kecil hilal akan dapat terlihat di Amerika Selatan dengan menggunakan teleskop dan bukan dengan mata telanjang. Saya ingin bertanya pada Superman di Arab Saudi yang telah menyatakan melihat hilal, bagaimana dia dapat melihat hilal sedangkan di Amerika Selatan saja tidak terlihat (karena posisi hilal memang belum waktunya terlihat). Padahal seharusnya mengingat peredaran bulan, Amerika Selatan dahulu yang melihat hilal lalu beberapa jam kemudian Arab Saudi.

Muhammad Sohail; MCW member Chile

Ied tanggal 1 Oktober 2008 karena malam tanggal 29 September 2008, hilal tidak terlihat (keadaan cuaca cerah) 

Haider Ali dari North Carolina

 Saya telah mencoba melihat hilal tangga 29 September 2008 tapi tidak terlihat dalam cuaca yang sangat cerah. MAka Ramadhan digenapkan

Saleh Bhai Bhattay; MCW member Panama

 Hilal tidak terlihat di Panama tanggal 29 September 2008

Omar Alnuaimi dari ARKANSAS

Saya mendapat laporan bahwa Imam Little Rock Islamic Center telah melihat hilal pada tanggal 29 September 2008 dan beliau menetapkan Selasa 30 September 2008 sebagai Ied.

Komentar Moonsighting.com: sangat tidak mungkin hilal akan terlihat di seluruh Amerika Utara pada tanggal 29 September 2008 karena bulan terbenam sebelum matahari tenggelam. Bulan tidak akan ada di horizon. Maka bagaimana caranya mereka melihat bulan sedangkan bulan itu sendiri tidak ada disana

Hilal H. dari Canada

Tanggal 29 September 2008, hilal tidak terlihat di kanada. Namun sebagian masyrakat sini ada yang menyelenggarakan Ied pada 30 Oktober mengikuti klaim Arab Saudi 

Julian Idle dari New Zealand

Hilal terlihat tanggal 30 September 2008 Pukul 20:03
Salah Sukkarieh; MCW member Australia
Hilal terlihat pukul 18:20 di Sydney

Saleh Bhai Bhattay; MCW member India

Hilal terlihat 30 September 2008

Iqbalhusen Bokda; MCW member India

 Hilal tidak terlihat pada 29 September 2008. Ramadhan digenapkan

Nular Bary; MCW member Sri Lanka

 Hilal terlihat pukul 18.50 tanggal 30 September 2008. Isnyallah Ied 1Oktober 2008

Maulana Sultan Alam; MCW member Pakistan

Hilal terlihat. Ied tanggal 1 Oktober 2008
Amina Sadler dari Oman

Hilal terlihat di seluruh Oman. Besok (1/10) Ied

Rizwan A. Rizvi dari Iran

1 Syawal jaduh pada 1 Oktober 2008

Samser Ameeruddeen; MCW member Mauritius

Hilal terlihat pada 18.43, 20 menit setelah Magrib. So, Ied 1 Oktober 2008

Maulana alhaaj Sayed Raza Imam Rizvi, Imam e Jumma wa Jamaat St Pierre Reunion dari French Island

HAri ini (1/10) Ied Mubarak. Hilal terlihat di langit kemarin

Dr. Abdurrazak Ebrahim; MCW member S. Africa

Hilal terlihat dengan mata telanjang pukul 19.05 kemarin (30/9)

Hno.Jairodín of Madraza Maslama dari Spain

 Ied 1 Oktober 2008

Isa Mohammed dari Trinidad

 Hilal terlihat pada malam tanggal 30 September 2008 dengan menggunakan teleskop 120 mm pukul18.02. Lalu terlihat dengan mata telanjang pada 18.10. Namun kemudian tertutup awan

Javad Torabinejad; MCW member Viginia

Dengan menguunakan teropong  (10X50 and 7X50) hilal tidak terlihat (30/9). Meskipun Venus dengan mudah terlihat.

Mohamed Lotfy; MCW member Denver

 Seleruh area Denver tidak dapat melihat hilal pada 29 September 2008. Ramadhan digenapkan

 

Artikel ini tidak berpretensi apakah pro atau kontra keputusan 1 Syawal versi pemerintah, tidak juga memeperkeruh suasana revolusioner yang telah dibangun oleh kawan-kawan kami disegenap penjuru nusantara, namun tidak lebih dari pembahasan yang berdasarkan fakta yang ada mengenai rukyatul Hilal dari http://icoproject.org, http://moonsighting.com, http://rukyatulhilal.org

 


Add as favourites (34) | Quote this article on your site | Views: 425 | Print | E-mail

  Comments (1)
RSS comments
 1 Written by anak cantik, hueks.., on 30-09-2008 07:59
Wuhuyyy...ashoyyy tulisannya om, bikin otak ane kesetrum pas ngebacanya... salute!!! 
 
Stidaknya tulisan itu jadi bahan bangunan , he... bukan! *nyengir*–masksud ane jadi pertimbangan supaya tidak hanya sekedar tunduk patuh manggut2 terhadap keputusan yang dikeluarkanentah dari pemerintah ato dari siapapun—dengan macam2 dalil pembuktian dan kita pun mengamalkan... gitu kali yah... 
 
Saya juga sepakat sama om2 dari LY kalo kerumitan ini karena revolusi belon bergulir (bukan begitu bukan? *garuk2*) ato kalo dalam bahasa eksplisit keren versi ogut karena gak adanya Sang Pemimpin Adil yang dapat memutuskan perkara kaum muslimin serta masih begonya kita karena tersekat ama NASIONALISME dan ASHOBIYAH NAJIS KUTU KUPRET ... *nendang si tikus!* 
 
Cuman saya jadi pengen ngecepret panjang nih om, juga buat om2 dan tante2 anggota situs LY laen. Terkait dengan pertanyaan yang timbul dari no satu ampe tiga sebelumnya. Berkenaan dengan masalah sumber resmi dan tidak resmi satu syawal, tentang pemeriksa, pemeriksanya orang yang paham hilal tidak, bukti, siapa, dimana...etc. saya cuman pengen nyambung2in aja sama hadits di sebuah lembar yang kebetulan aja sempet saya kluarin dari kotak kardus di gudang *garuk2 telinga, gatel..* 
 
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas; 
“Telah datang seorang Badui kepada Rasulullah SAW dan mengatakan “Sungguh saya telah melihat hilal” Rasulullah bertanya, “Apakah kamu memberikan kesaksian bahwa tidak ada ilah selain Allah?” Dia menjawab, “ Ya!” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah?” Orang tersebut menjawab, “Ya!” Lalu Rasulullah bersabda; “Wahai Bilal, umumkan kepada manusia (masyarakat)agar mereka berpuasa besok” [HR. Imam yang lima, disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban] 
 
...ada lagi... 
 
Ibnu Abbas meriyawatkan bahwa kaum muslimin tidak mulai berpuasa selama mereka tidak melihat bulan. Kemudian datang seseorang dari luar kota Madinah dan menyampaikan kepada Rasulullah SAW.bahwa dia telah melihat bulan. Rasulullah menanyakan kemusliman orang tersebut, dan dia membenarkannya. Kemudian Rasulullah berkata; “Allahu Akbar! Satu orang cukup bagi seluruh kaum muslimin!” kemudian Rasulullah SAW. berpuasa dan memerintahkan orang2 untuk berhenti makan dan mulai berpuasa [Al-Mabshut, karangan Imam Zarkasy; 3-52) 
 
So... 
Kalo secara general sih menurut saya dari hadits di atas bisa menjawab 3 pertanyaan yang muncul. Pikir sendiri aja yah om2 dan tante2... hehe... :P 
 
Memang betul banged benerr sekali...mantabz dah, kejelasan itu perlu biar gak dogmatis. Tapi sekali lagi, saat ini umat butuh KHILAFAH supaya tidak mbulet ama teknis2 dan sekat2 kebegoan. Karena perintah Imam (khalifah) lah yang dapat menghapuskan perbedaan/pendapat. 
 
Gitu dulu dah, belon bisa nerusin..*nyengir* 
Kalo ada yang salah tolong kroscek yah. ..

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved