Home arrow Artikel arrow Doa
Doa

 Image

dalam nikmatnya hidup didunia...

yang hanya sementara saja...

sering kali kita menjadi lupa

tuk mengingat Sang Pencipta...

.......

kuasa Tuhan selalu hadir disetiap ruang dan waktu

seringkali kita menjadi lupa

untuk sekedar sebaris doa

.....

Tuhan ada dimana saja....

Tuhan ada didalam diri....

 

(penggalan lagu TUHAN dipopulerkan oleh January Cristy)

 

BismillahirRahmanirRahiem...

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Waba’du...

Penggalan lagu diatas sengaja saya sajikan dalam tulisan pendek ini. Lagu itu pertama kali saya dengar disekitar akhir 1998. Ketika itu saya tengah mengikuti pendidikan dasar satu kelompok kesenian di sebuah desa di Sumedang. Entah karena suasana kegiatan yang begitu berat atau mungkin karena secara psikologis saya tengah berada dalam keresahan yang amat sangat saat itu. Yang pasti, saat lagu tersebut diperdengarkan sungguh saya merasa terbawa dalam satu keadaan yang khusuk.

 

Tapi, nanti dulu. Dalam tulisan yang tak seberapa ini sama sekali saya tidak akan menceritakan tentang pengalaman spiritual saya itu (anjir, kenapah gwah jadi ngerasa jijik ginih?). Yang pasti saya sekedar akan berbagi pertanyaan kepada saudara-saudara sekalian tentang diri kita hari ini. Tentang apa yang telah kita perbuat. Tentang apa yang akan hari esok kita perbuat.

 

Tentang keresahan diri kita. Tentang pertanyaan kita atas keberadaan Tuhan.

 

Katanya Dia ada dimana-mana.

Ada dalam hati kita.

Tuhan ada didalam diri setiap manusia.

 

Namun kenapa banyak dari kita yang menanggung resah berkepanjangan? gelisah tak berujung? dengki tak habis-habisnya? jahat sejadi-jadinya?

 

Atau kita tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kita? Apa mereka tidak merasakan Tuhan hadir dalam setiap langkahnya?

 

Atau apa Tuhan enggan hadir dalam diri kita karena kita busuk sepenuhnya. Karena seringkali kita dengki pada keberhasilan saudara kita? Atau karena kita lupa pada saudara-saudara di tempat lain yang haknya ditindas dan diinjak-injak? atau karena kita lupa atas kehadiranNya dalam setiap ruang dan waktu yang kita singgahi.

 

Sehingga Tuhan marah dan meninggalkan kita dalam resah berkepanjangan. Dalam gelisah yang amat dalam?

 

Apa mungkin sebab itu semua? Sehingga saya jadi berpikir bahwa segala peristiwa buruk yang menimpa kita hari ini adalah sebab Tuhan marah pada kita yang lupa bahwa dalam setiap langkah dan tawa kita ada darah yang tumpah di Lebanon. Ada nyawa yang hilang di Palestina. Ada hak rakyat yang diinjak-injak di tanah Indonesia.

 

Kita itu mungkin seringkali menganggap bahwa peribadahan yang diatur dalam fiqh adalah yang terpenting. Sehingga mungkin beberapa dari kita masih saja memperdebatkan hitungan sholat Tarawih. Masih saja kita mempermasalahkan qunut dalam sholat subuh. Bahkan ada yang masih memperdebatkan tentang tahlil.

 

Padahal dengan jelas Imam Syafii dalam kitab Fiqh Akbar (maaf jika salah) menuliskan bahwa masalah tauhid adalah satu perkara yang paling penting dipelajari dalam memahami Islam serta nilai-nilai pentingnya. Yang tidak diperbolehkan bagi kita untuk taqlid saja dalam memahaminya. Ilmu tauhid adalah salah satu ilmu yang dalam memahaminya perlu dilakukan pencarian-pencarian untuk meyakinkan kita tentang hakikat Tuhan dalam hidup kita*.

 

Sehingga sekarang saya akan mengcopy dan mempaste lagi tulisan saya dalam paragraf sebelumnya. copy. paste.

 

Katanya Dia ada dimana-mana.

Ada dalam hati kita.

Tuhan ada didalam diri setiap manusia.

 

Namun kenapa banyak dari kita yang menanggung resah hati berkepanjangan? gelisah tak berujung? dengki tak habis-habisnya? jahat sejadi-jadinya?

 

Atau kita tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam diri kita? Apa mereka tidak merasakan Tuhan hadir dalam setiap langkahnya?

 

Atau apa Tuhan enggan hadir dalam diri kita karena kita busuk sepenuhnya. Karena seringkali kita dengki pada keberhasilan saudara kita? Atau karena kita lupa pada saudara-saudara di tempat lain yang haknya ditindas dan diinjak-injak? atau karena kita lupa atas kehadiranNya dalam setiap ruang dan waktu yang kita singgahi.

 

Sehingga Tuhan marah dan meninggalkan kita dalam resah berkepanjangan. Dalam gelisah yang amat dalam?

 

Apa mungkin sebab itu semua? Sehingga saya jadi berpikir bahwa segala peristiwa buruk yang menimpa kita hari ini adalah sebab Tuhan marah pada kita yang lupa bahwa dalam setiap langkah dan tawa kita ada darah yang tumpah di Lebanon. Ada nyawa yang hilang di Palestina. Ada hak rakyat yang diinjak-injak di tanah Indonesia.

 

Kemudian setelah semua itu terjadi kita cuma diam dalam tawa yang nyinyir. Dalam senyum yang ketus. Dalam dengki yang kronis membusuk.

 

Kemudian sambil berlalu dan menatap sinis berkata, “cape deh....” (dengan nada datar dan terdengar sangat trendi sekali)

 

Wallahualam bi shawab...

4 Oktober 2006 | 10 Ramadhan 1427 H

anggawedhaswhara

 

 

 

 


* dalam hal ini saya akan berterima kasih pada sahabat dan saudara saya Rayadhi Oktaviana yang dengan tulus mengemukakan hal ini pada saya yang buta.


Add as favourites (31) | Quote this article on your site | Views: 292 | Print | E-mail

  Be first to comment this article
RSS comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved